Baterai litium besi fosfat (LiFePO4), juga dikenal sebagai baterai LFP, adalah baterai kimia ion litium yang dapat diisi ulang. Baterai ini terdiri dari katoda litium besi fosfat dan anoda karbon. Baterai LiFePO4 dikenal karena kepadatan energinya yang tinggi, umur pakai yang panjang, dan stabilitas termal yang sangat baik. Pertumbuhan pasar LFP didorong oleh permintaan yang kuat untuk peralatan penanganan material bertenaga baterai. Transisi dari pembangkit listrik konvensional ke pembangkit energi terbarukan telah membuka berbagai peluang bagi pasar baterai litium besi fosfat. Namun, risiko yang terkait dengan pembuangan baterai litium bekas telah menghambat pertumbuhan pasar dalam beberapa tahun terakhir dan diperkirakan akan menahan pertumbuhan pasar selama periode perkiraan.
Berdasarkan kapasitas, pasar baterai lithium besi fosfat dibagi menjadi 0-16.250mAh, 16.251-50.000mAh, 50.001-100.000mAh, dan 100.001-540.000mAh. Baterai 50.001-100.000 mAh diperkirakan akan tumbuh dengan CAGR tertinggi selama periode perkiraan. Baterai ini digunakan di industri yang membutuhkan daya tinggi. Aplikasi utama meliputi kendaraan listrik, kendaraan hibrida plug-in, catu daya tak terputus, penyimpanan energi angin, robot listrik, mesin pemotong rumput listrik, penyimpanan energi surya, penyedot debu, kereta golf, telekomunikasi, kelautan, pertahanan, aplikasi seluler dan luar ruangan. Jenis baterai yang digunakan untuk aplikasi daya tinggi ini meliputi lithium besi fosfat, lithium manganat, lithium titanat, dan nikel mangan kobalt, beberapa di antaranya diproduksi dalam bentuk modular. Selain bentuk modular, bentuk lain meliputi polimer, prismatik, sistem penyimpanan energi, dan baterai isi ulang.

Laporan ini membagi pasar baterai litium besi fosfat menjadi tiga segmen berdasarkan tegangan: tegangan rendah (di bawah 12V), tegangan menengah (12-36V), dan tegangan tinggi (di atas 36V). Segmen tegangan tinggi diperkirakan akan menjadi segmen terbesar selama periode perkiraan. Baterai tegangan tinggi ini digunakan untuk memberi daya pada kendaraan listrik tugas berat, aplikasi industri, daya cadangan, kendaraan listrik hibrida, sistem penyimpanan energi, sistem daya darurat, mikrogrid, kapal pesiar, aplikasi militer dan kelautan. Baterai tidak dapat dibuat dari satu sel tunggal, sehingga diperlukan modul, terkadang serangkaian modul, rak daya, wadah daya, dll. Sistem ini dapat dibuat menggunakan litium mangan oksida, litium besi fosfat, nikel mangan kobalt, dan litium titanium oksida. Peningkatan fokus pada keberlanjutan dan pengenalan kendaraan listrik selanjutnya diperkirakan akan memengaruhi adopsi baterai ini, sehingga meningkatkan permintaan.
Kawasan Asia-Pasifik diperkirakan akan menjadi pasar terbesar untuk baterai lithium besi fosfat selama periode perkiraan. Kawasan Asia-Pasifik mencakup ekonomi utama seperti Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, dan wilayah Asia-Pasifik lainnya. Lithium besi fosfat memiliki potensi besar dalam banyak aplikasi. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini telah menjadi pusat industri otomotif. Perkembangan infrastruktur dan aktivitas industrialisasi baru-baru ini di negara-negara berkembang telah membuka jalan dan peluang baru bagi OEM. Selain itu, peningkatan daya beli penduduk mendorong permintaan mobil, yang akan menjadi kekuatan pendorong di balik pertumbuhan pasar baterai lithium besi fosfat. Kawasan Asia-Pasifik memiliki kehadiran yang signifikan dalam industri baterai lithium-ion baik dalam hal produksi baterai maupun permintaan. Berbagai negara, terutama Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang, adalah produsen utama baterai lithium-ion. Negara-negara ini memiliki industri baterai yang mapan dengan fasilitas manufaktur besar yang dioperasikan oleh perusahaan-perusahaan. Baterai yang mereka produksi digunakan dalam berbagai aplikasi termasuk kendaraan listrik, elektronik konsumen, dan sistem penyimpanan energi.
Waktu posting: 28 Juli 2023
